Tekan Covid-19, Gubernur NTT Instruksi Larang Kapal Penumpang

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang || Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluarkan aturan pelayanan angkutan transportasi bagi pelaku perjalanan di masa penerapan Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakar (PPKM) level IV di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Instruksi Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat melalui Surat Edaran (SE) Nomor 553.4/50/DISHUB.4/2021. Larangan ini sebagai solusi untuk menekan angka penyebaran pandemi Covid-19 varian delta baru di wilayah NTT.

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka Senin (16/8/2021) mengatakan dalam Surat Edaran Gubernur melarang kapal penumpang karena melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi. Sementara angka penyebaran Covid-19 masih meningkat. Sehingga larangan ini sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran Covid.

Dikatakan instruksi Guberbur ditujukan kepada Wali Kota Kupang dan Bupati se-NTT, Operator Angkutan Udara Operator Angkutan Laut, Geeral Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang dan Direktur Utama PT. Flobamor.

Baca Juga:  Gubernur NTT Terpapar Covid di Jakarta Keluarga Negatif

Berikut instruksi Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat yang dituangkan dalam enam poin yakni
Pertama, melakukan pembatasan pelayanan angkutan udara, laut dan penyeberangan yang diberlakukan terhitung mulai tanggal 16 Agustus sampai 31 Agustus 2021.

Kedua, operator Angkutan Udara agar memberlakukan syarat perjalanan udara bagi penumpang dari luar wilayah NTT wajib menunjukan minimal surat vaksin pertama, surat negatif hasil Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan keluar wilayah NTT wajib mengikuti ketentuan dan syarat yang berlaku di daerah tujuan.

Baca Juga:  Ditetapkan Jadi Calon Terpilih, Agus dan Alo Janji Tidak Pisah Kamar

Ketiga, operator Angkutan Udara agar memberlakukan syarat perjalanan udara bagi penumpang di dalam wilayah NTT tidak harus memiliki, atau menunjukan suray vaksin pertama, tetapi wajib menunjukan surat negatif hasil Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam, sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Keempat, melarang atau tidak memperbolehkan perjalanan penumpang dengan menggunakan kapal laut, kapal perintis, kapal motor penyeberangan dan kapal pelayaran rakyat yang masuk dari luar wilayah NTT melalui semua pelabuhan laut dan penyeberangan, kecuali Pelabuhan Tenau Kupang.

Sedangkan transportasi laut dan penyeberangan yang melayani pelaku perjalanan di dalam wilayah NTT diperbolehkan dan beroperasi seperti biasa. Dengan ketentuan penumpang tidak harus menunjukan surat vaksin pertama, tetapi wajib menunjukan surat negatif hasil Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Baca Juga:  15 Tahun Lagi NTT Provinsi Terkaya Indonesia

Kelima, operator Angkutan Laut agar memperbolehkan atau mengijinkan angkutan laut yang masuk dari luar wilayah NTT ke dalam wilayah NTT, hanya untuk mengangkut barang dan logistik.

Semua crew dan awak kapal laut wajib menunjukan minimal surat vaksin pertama dan surat negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan kapal laut yang akan keluar dari wilayah NTT mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku di pelabuhan tujuan.

Keenam; melaporkan hasil pelaksanaan instruksi ini kepada Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat.Kebijakan baru ini diterapkan di NTT hingga tanggal 31 Agustus 2021. (Rui/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!