Tekan Kecelakaan Satlantas Polres Belu Sosialisasi Keliling Sekolah

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Satlantas Polres Belu terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui sosialisasi. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan untuk menciptakan keamananan dan ketertiban berlalulintas.

Sosialisasi Satlantas Polres Belu dilakukan antar sekolah baik SLTA, SLTP dan SD di wilayah hukum Polres Belu. Sosialisasi ini mengusung tema ‘ Giat Himbaun Dikyasa Demi Keselamatan Generasi Penerus Bangsa”.

Kasat Lantas Polres Belu, IPTU Brian Wicaksono melalui Kepala Unit Dikyasa Satlantas Bripka Kusma Hardi, Selasa 19 Oktober 2021 di ruang kerjanya menjelaskan, kini rata-rata 90% pelajar menggunakaan kendaraan bermotor roda dua untuk bepergian kesekolah. Kebiasaan ini sangat rawan terhadap kecelakaan berlalu lintas.

Baca Juga:  Posisi Empat, Siswi SMANSa Berpeluang Jadi Paskibra Nasional

” Kita di Belu banyak anak sekolah senang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Tidak heran tingkat kecelakaan yang kita temui dengan kisaran umur 16-30 tahun dan yang paling sering terjadi mereka yang masih dikategorikan pelajar,” ungkap Kusma Hardi yang akrab disapa Ardi.

Untuk itu pihak sekolah sangat mendukung langkah sosialisasi dikyaksa. Melalui sosialisasi para pelajar terbantu kenyamanan saat berkendaraan. Seperti kelengkapan kendaraan bermotor dan pegurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi yang yang sudah berumur usia 17 tahun.

Baca Juga:  Hikmah Dibalik Pilkada Malaka, Jangan Saling Menyudutkan

“Dengan adanya giat sosialisasi dikyasa ini, para pelajar lebih memahami Undang-Undang Lalu Lintas. Misalnya pelajar tahu bahwa yang umur 17 tahun diisinkan untuk mengemudi. Sedangkan usia 16 tahun kebawah belum diizinkan karena secara psikologi belum matang dalam mengambil keputusan,” ujar Ardi.

Ia menjelaskan biasanya umur 16 tahun kebawah lebih senang bereuforia tanpa memperhatikan kelengkapan kendaraan seperti spion, lampu sein, tidak menggunakan helm dan tidak patuhi rambu.

Ardi juga menjelaskan kendala yang dihadapi dalam proses sosalisasi ini adalah keterbatasan dalam berinteraksi dengan para pelajar karena harus tetap patuh protokol kesehatan covid-19.

Baca Juga:  Waspada Lonjakan Kriminal,Polres Belu Sita 259 Jerigen Sopi Kisar

Sehingga pihaknya akan terus berupaya untuk tetap mendatangi sekolah yang sama dengan waktu yang berbeda dan peserta yang bebeda pula sehingga sosialisasi giat himbaun dikyasa demi keselamatan generasi penerus bangsa bisa tercapai sesuai target.

Ardi menambahkan, apabila siswa belum mampu menertibkan diri sendiri, maka pihak sekolah diimbau untuk membantu menertibkan. Bila kesulitan maka pihaknya yang akan turun menertibkan dan tidak sulit, karena yang bersangkutan merupakan peserta didik di sekolah tersebut. (Ren/Joo)

  • Bagikan
error: Content is protected !!