Terbukti Money Politik Pendukung SBS-WT, Bei Ulu Divonis 2.5 Tahun

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua- Naas menimpa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu, warga Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia harus menjalani kurungan penjara selama 30 bulan atau 2.5 tahun penjara. Karena terbukti bersalah memberikan sejumlah uang kepada Herman Klau bersama dua anggota keluarganya agar memilih paslon nomor urut 2, Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin (Paket SBS-WT).

Sidang kasus money politik (politik uang) Pilkada Malaka dengan terdakwa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu, digelar di Pengadilan Negeri Atambua, Kamis (7/1/2021). Sidang dengan agenda putusan vonis dipimpin oleh hakim ketua, Gustav Bless Kupa, hakim anggota Sisera S. N. Nenohayfeto, dan Olyviarin Rosalinda Taopan.

Dalam amar putusan, Hakim sependapat dengan tuntutan
Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu divonis 30 bulan atau 2.5 tahun penjara, dan denda Rp 250 juta subsider 1 bulan penjara.

Baca Juga:  Yukun Lepa: Fraksi PKB Harus Kawal Bupati-Wabub Malaka

Terdakwa Bei Ulu terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pilkada sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 187 a Ayat (1) Jo Pasal 73 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota Menjadi Undang-Undang.

Saat ditanya atas putusan ini, terdakwa Yohanes Bria Seran, alias Bei Ulu mengatakan tidak menerima. Sehingga Hakim ketua, Gustav Bless Kupa mengatakan karena tidak menerima putusan sehingga banding.

Baca Juga:  Politik Tidak Kenal Bapak Anak, Paket SNKT Siap Tarung Rebut Malaka

Usai sidang, Bei Ulu langsung digiring ke Lapas Atambua untuk menjalani hukuman penjara.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhon Merdiosman Purba, usai sidang kepada wartawan mengatakan hakim sependapat dengan tuntutan JPU.

Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana money politik sebagaimana dalam tuntutan JPU yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

” Hakim putuskan 30 bulan penjara dan selebihnya sesuai dengan tuntutan JPU,” tandasnya.

Menurut Jhon putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 36 bulan dengan denda Rp 250 juta, subsider 1 bulan penjara.

Sekedar tahu, kasus dugaan money politik yang ditangani Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Malaka, di laporkan Herman Klau. Peristiwa itu bermula saat terlapor Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu mendatangi rumahnya di Desa Leunklot Kecamatan Weliman Malaka.

Baca Juga:  Sukseskan Pilkada Belu, 620 Pengawas Jalani Rapid Test

Kehadiran Bei Ulu membawa uang sejumlah Rp 1. 500. 000 dan diberikan kepada Herman Klau bersama dua anggota keluarganya, masing-masing mendapat Rp 500. 000. Pemberian uang tujuannya untuk mencoblos pasangan calon nomor urut 2, Stef Bria Seran dan Wendelinus Taolin (SBS-WT).

“Uang itu dikasih untuk bayar saya supaya coblos. Tapi saya tolak karena harga diri saya bukan dengan uang,” ujar Herman saat itu.

Tak puas terhadap sikap Bei Ulu akhinrya Herman mengadukan kasus yang dialaminya kepada Bawaslu Malaka. Saat lapor Herman menyerahkan bukti berupa video rekaman dan bukti fisik uang. (Joka/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!