Terdakwa Hadiri Sidang Paripurna DPRD NTT, Kuasa Hukum Bilang Kliennya Sakit 

  • Bagikan

Timorberita. Kupang – Terdakwa Jonas Salean kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2016 – 2017 senilai Rp 66 miliar, menghadiri sidang paripurna di Kantor DPRD NTT, Rabu (4/11/2020).

Kendati statusnya menjadi tahanan kota karena divonis sakit sehingga perlu perawatan intensif sesuai saran dokter akibat penyakit yang diderita terdakwa Jonas Salean.

Kuasa Kukum Jonas Salean, Yohanes Daniel Rihi, saat dihubungi via Handphone (HP) selulernya menuturkan sampai saat ini Jonas Salean masih dalam kondisi sakit.

Baca Juga:  Forum Pemuda NTT Desak Tahan Oknum Anggota DPRD Malaka Cs Tersangka Pengeroyokan Wartawan

Sampai saat ini, selang masih terpasang pada kepala Jonas Salean akibat operasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu di Rumah Sakit Siloam Kupang.

“Kita semua tahu kalau sampai saat ini, Jonas Salean masih sakit akibat selang yang terpasang di kepalanya. Karena operasi di kepala beberapa waktu lalu,” ujar Jhon panggilan akrab Yohanes Daniel Rihi.

Menurut Jhon, kliennya Jonas Salean membutuhkan waktu untuk istirahat yang cukup guna kelancaran sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Baca Juga:  Pembukaan Sidang I DPRD Belu, Sebagai Wahana Evaluasi Pembangunan

Kondisi kesehatan Jonas Salean menjadi terganggu, maka secara otomatis akan menggangu proses persidangan kasus melibatkan dirinya itu.

“Pak Jonas Salean harus istirahat yang cukup dan memerlukan banyak waktu yang banyak untuk pemulihan kondisi kesehatannya,” sebut Jhon.

Sekedar tahu, Mantan Walikota Kupang, yang saat ini aktif sebagai anggota Fraksi Golkar DPRD NTT terpantau menghadiri sidang paripurna, yang  berlangsung di ruang sidang utama Kantor DPRD NTT, Rabu (4/11/2020).

Nampak Jonas Salean terlihat duduk berjejer bersama rekan anggota lainnya dalam sidang yang berlangsung sejak pagi sekitar pukul 09 : 30 wita dengan agenda Ranperda provinsi NTT tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi NTT tahun 2021.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Tidak Bersalah, Ada Bukti Hukum

Mantan Walikota Kupang periode 2012-2017, Johan Salean ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembagian aset tanah. Ia pun sempat ditahan di Rutan Kupang, Kamis (22/10/2020) hingga (27/10/2020). Tetapi alasan sakit sehingga mendapat penangguhan statusnya menjadi tahanan kota hingga kini. ( RL-Gio)

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!