Tersangka Korupsi Diperlakukan Spesial, Pengacara Sesalkan Sikap Kejati NTT

  • Bagikan

Timorberita. Kupang –Sikap Kejati NTT mengalihkan status penahanan Jonas Salean dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota, membuat kepercayaan masyarakat perlahan luntur.

Sikap yang diambil Kajati NTT
khususnya Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH dinilai berbeda dari biasanya. Ada perlakuan istimewa terhadap tersangka korupsi Jonas Salean, anggota DPRD NTT Fraksi DPRD NTT.

Lukas Mbulang, S. H kepada wartawan, Rabu (28/10/2020) menyebut sikap Kajati NTT sangat disayangkan dalam penanganan perkara tundak pidana korupsi (Tipikor) di NTT.

Sikap Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH dinilai merupakan terobosan baru yang dilakukan di NTT dalam perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di NTT.

Baca Juga:  Lima Anggota PKH Desa Numponi Dicoret, Dugaan Berkaitan Pilkada Malaka

Menurut Lukas, sepengetahuan dirinya dan selama menjalankan profesi sebagai advokat, Kejati NTT maupun Kejari tidak pernah melakukan penangguhan ataupun pengalihan penahanan terhadap tersangka korupsi apalagi melibatkan pejabat di NTT.

“Sepengetahuan saya selama beracara, jaksa tidak pernah memberikan penangguhan ataupun pengalihan kepada tersangka korupsi apalagi pejabat,” kesalnya.

Menurut Lukas, sikap Kajati NTT sangat disayangkan dan patut dipertanyakan oleh publik. Hal ini, akan berdampak pada nama baik institusi Kejaksaan.

Pengalihan dan penangguhan penahanan merupakan kewenangan penyidik tapi harus dilihat perkara apa yang ditangani.

“Selama ini tidak pernah kasus korupsi dialihkan tahanannya ataupun ditangguhkan. Ini patut dipertanyakan dan sangat disayangkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Pengawas TPS Kota Atambua, Diingatkan Jaga Netralitas

Dengan adanya pengalihan penahanan ini, lanjut Lukas, keberhasilan Kajati NTT yang mengungkap kasus – kasus korupsi di NTT yang mendapatkan apresiasi semuanya sirna. Tidak diperhitungkan lagi dengan adanya sikap Kajati NTT dalam kasus Jonas Salean.

Menurut Lukas, jika dalam kasus korupsi lainnya yang ditangani Kejati NTT, maka Kajati NTT wajib mengabulkan permohonan penangguhan, ataupun pengalihan penahanan bagi tersangka korupsi yang diajukan oleh tersangka melalui kuasa hukumnya.

“Kalau hanya terjadi pada Jonas Salean maka saya nilai ada perlakuan yang spesial dari penegak hukum terhadap Jonas Salean tersangka kasus korupsi bagi – bagi tanah Kota Kupang,” sebutnya.

Baca Juga:  Bagi - Bagi Tanah Kota Kupang Jaksa "Senter" Mantan Pimpinan DPRD Kota Kupang

Hal serupa disampaikan Ketua Peradi NTT, Philipus Fernandes, S. H juga ikut kesal sikap Kejati NTT. Ia menuturkan pernah dirinya membela salah satu tersangka korupsi dari Kabupaten TTU.

Ironisnya saat itu Kejati NTT tidak pernah sekalipun memberikan penangguhan ataupun pengalihan penahanan.

Menurut Philipus, saat itu tersangka yang merupakan kliennya dalam kondisi sakit berat namun tidak pernah diberikan pengalihan penahanan ataupun penangguhan yang akhirnya tersangka harus meninggal dunia.

“Saya ingat, saya tangani kasus korupsi. Kami ajukan penangguhan berulang kali dengan alasan sakit. Tapi tidak dikabulkan oleh Kejati NTT. Akhirnya klien kami harus meninggal sebelum putusan di Pengadilan Tipikor Kupang,” ujar Philipus. (RL/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!