Tim Kejari dan Buser TTU Ringkus Terpidana Korupsi di Kali Naob

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, di bantu Tim Buser Polres TTU berhasil meringkus WS, terpidana korupsi proyek jalan perbatasan.

Kontraktor pelaksana CV. Berkat Ilahi ini berhasil diamankan saat menyetir mobil truk mengangkut material di kali Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (15/2/ 2021) sore.

Terpidana WS ditangkap setelah menghilang tiga tahun lebih pasca putusan kasasi Mahkamah Agung pada 2018 lalu. Usai ditangkap terpidana ini langsung di bawa ke Kejari TTU.

Baca Juga:  Kasus Alkes Dilanjutkan, Jaksa Geledah RSUD Kefamenanu

Sebelum menuju Rumah Tahanan (Rutan) Kefamenanu, ia sempat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Malam itu juga langsung di giring ke Rutan untuk menjalani kurungan badan selama empat tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kajari TTU, Agustinus Baka mengatakan, putusan kasasi MA sejak tahun 2018 lalu. Tetapi yang bersangkutan menghilang, tidak kooperatif sehingga baru berhasil diamankan.

Sesuai putusan MA, terpidana ini di hukuman kurung badan selama empat tahun. Uang pengganti kerugian negara Rp 613.123.206 subsidiair 1 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 100.000.000 subsidiair 6 bulan kurungan badan.

Baca Juga:  Alkes TTU "Makan" Korban, Berpeluang Tambah Tersangka

Dikatakan, eksekusi terhadap terpidana WS terkait perkara tindak pidana korupsi pengerjaan proyek jalan perbatasan Kefamenanu-Nunpo tahun anggaran 2013.

Dalam pelaksanaannya ditemukan kekurangan volume pekerjaan sehingga negara dirugikan Rp 600 juta lebih.

Plt Kejari TTU yang kini mendapat promosi Kajari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjelaskan Perkara ini ditangani penyidik Kejari TTU tahun 2017 dan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Kupang.

Baca Juga:  Salah Kelola Dana Desa, Jaksa Tahan Kades dan Bendahara Naekake B, Mutis

Hasilnya diputuskan terbukti bersalah. Tetapi terdakwa dan JPU melakukan upaya hukum banding dan kasasi.

” Saat masih menunggu putusan kasasi MA, masa penahanan terdakwa berakhir sehingga dikeluarkan demi hukum. Tetapi putusan Mahkamah Agung baru diterima 18 September 2018,” jelasnya.

Akan tetapi lanjut Agustinus saat hendak eksekusi terpidana ini menghilang, tidak berada di tempat sehingga ditetapkan sebagai DPO. Sehingga baru berhasil ditangkap setelah ada koordinasi antara Kejari dengan Tim Buser Polres TTU. (Mol/07-Red)

Editor : Giovanni Elias

  • Bagikan