Tim Satgas Covid Bergerak, Bupati TTU Perintah Pintu Utama Diperketat

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu|| Tim satgas penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, mulai bergerak pintu masuk di wilayah TTU diperketat pengawasannya. Langkah tegas yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Empat pos pengamanan di pintu masuk TTU, yang sempat dihentikan sejak Januari, akan secepatnya diaktifkan kembali. Empat pos yakni Pos Oeperigi, Kecamatan Noemuti, Pos Oenopu Kecamatan Biboki Tanpah, Pos Eban Kecamatan Miomaffo Barat, dan Pos Motadik Kecamatan Biboki Anleu.

” Empat pos penjagaan di pintu masuk segera diaktifkan kembali. Langkah yang kita lakukan untuk menekan mata rantai penyebaran penanganan covid-19,” tandas Bupati TTU Juandi David saat menggelar rapat bersama Tim Satuan Percepatan Penanganan Covid-19 di lantai II Aula Kantor Bupati TTU, Rabu (17/3/2021).

Lanjut David, wabah virus Covid-19 menjadi masalah dunia yang harus disikapi serius. Sehingga Satgas Covid-19, merincikan peralatan dan kebutuhan petugas untuk segera diaktifkan kembali empat pos penjagaan.

Baca Juga:  Alfamart Ancam Pelaku UMKM, DPRD TTU Minta Dievaluasi

Ia juga meminta Tim Satgas Covid untuk tegas pelaku perjalanan yang masuk, selain dilakukan tes suhu, juga wajib menunjukkan hasil rapid test. Langkah yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

David menjelaskan, rapat koordinasi yang digelar untuk mengetahui penanganan covid-19 yang sudah dijalankan selama ini. Juga memantapkan persiapan mengaktifkan kembali empat pos yang menjadi sentral jalur masuk ke wilayah TTU.

” Ini evaluasi sekaligus memantapkan cara pencegahan Covid agar tidak meluas kepada masyarakat,” tadasnya.

Dikatakan rapat koordinasi juga membenahi struktur kepengurusan satgas Covid-19 Kabupaten TTU. Sebab untuk menangani Covid-19 pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan dari TNI-Polri, masyarakat dan semua elemen termasuk swasta.

Baca Juga:  Pengangkatan Tekoda TTU, Disorot Lakmas NTT

Sedangkan, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filepe Diaz Quintas, mengatakan Polres TTU dan Kodim 1618/TTU selalu siaga melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi. Sehingga kedepan sosialisasi perlu dilakukan hingga ditingkat desa dan kelurahan.

Nelson juga berharap perlu ada perhatian untuk para petugas di pos penjagaan dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan, termasuk tempat yang layak kepada masyarakat saat antri dilakukan pemeriksaan.

” Kita harap SK Bupati segera direvisi untuk disesuaikan dengan surat edaran Mendagri. Kita dari Polres TTU dan Kodim 1618/TTU, selalu siaga. Intinya perlu ada koordinasi dan komunikasi. Kita siap untuk sosialisasi bukan saja di Kota tetapi sampai di desa,” tandas orang nomor satu Polres TTU ini.

Baca Juga:  Petugas Pos Covid Motadik Mengeluh Tidak Ada Biaya Makan

Dikatakan penanganan Covid-19 dibutuhkan kerjasama semua komponen. Termasuk instansi Kejaksaan dan Pengadilan, agar saling bahu membahu dan mengawal seluruh pelaksanaan penanganan Covid-19 termasuk pemanfaatan anggaran sehingga dalam prosesnya tidak salah dimanfaatkan sebab dana penanganan Covid-19 angkanya besar.

Sementara Dandim 1618/TTU, Lekol Arm. Roni Junaidi, melalui Pasi intel Kapten Inf. Ribut Dima, mengatakan TNI dan Polri siap selalu siaga mendukung penegakan protokol Covid di wilayah TTU. Selama ini TNI bersama Polres TTU terus memberikan sosialisasi dan menggelar operasi penertiban protokol Covid-19.

Ia juga meminta agar segera merevisi SK Bupati TTU, tentang struktur Satgas Covid-19. Pembagian tugas dan peran harus jelas sesuai uraian tugas masing-masing bidang. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam koordinasi penanganan Covid-19 di TTU. (Bell/10)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!