Timor Leste Pisah Dari Indonesia, Agustus Bulan Kenangan

  • Bagikan

TimorBerita. Dili || Momentum Agustus setiap tahun menjadi kenangan bersejarah untuk rakyat Timor Leste. Saat itu Provinsi Timor Timur resmi lepas dari Indonesia.

Saat itu tepatnya 30 Agustus 1999. Di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, hasil referendum resmi diumumkan.

Hasilnya sebanyak 344.580 (78,5%) suara dari rakyat Timor Timur menolak usulan otonomi khusus dan 94.388 (21,5%) suara menerima usulan otonomi khusus.

Hasil itu, Timor Leste yang sebelumnya menjadi Provinsi Timor Timur menyatakan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga tahun 1999 wilayah Timor Timur diserahkan pemerintah Indonesia kepada UNTAET.

Lembaga UNTAET ini merupakan badan pemerintahan sipil yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memelihara misi perdamaian di Timor Timur hingga kemerdekaannya secara resmi pada tanggal 20 Mei 2002.

Baca Juga:  Gubernur NTT Minta Semua Armada Harus Tertib Masuk Terminal

Timor Timur adalah wilayah bekas jajahan Portugis yang kemudian dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi di Indonesia 17 Juli 1976 hingga 19 Oktober 1999.

Kala itu provinsi ini merupakan provinsi Indonesia yang ke-27 atau biasa dikenal Provinsi bungsu.

Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh Portugal.

Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur pulau Timor, pulau Kambing atau Atauro, pulau Jaco dan sebuah enklave di Timor Barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  Lowongan Bintara TNI AL Dibuka Hingga 22 Januari, Begini Syaratnya

Situs wikipedia tertulis secara historis, Timor Timur pernah menjadi bagian dari Kesultanan Ternate. Ini ditandai dengan penempatan wali kuasa Kesultanan Ternate di daerah ini.

Dulunya, Kesultanan Ternate sangat luas pada masa Sultan Kaicil Mashur Malamo (1257-1277), membentang dari Mindanao (Filipina) hingga wilayah Manggarai, Flores.

Namun ketika Portugal kalah perang di Kepulauan Maluku tahun 1522, Portugal mulai menduduki wilayah Timor Timur.

Saat itu daerah ini merupakan “wilayah tak bertuan” (wilde occupantie)

Pada saat yang sama, Kesultanan Ternate mulai mengabaikan Timor Timur serta wilayah-wilayah kekuasaannya yang lain, ditambah invasi pasukan Belanda ke Kesultanan Ternate pada tahun 1609.

Baca Juga:  Timor Leste Tempat Sejarah dan Wisata Religi Menakjubkan

Pada tahun 1702, sebuah wilayah koloni baru Portugal berdiri di pulau Timor. Dari 1702 hingga 1975, Timor Timur adalah wilayah luar negeri dari Portugal yang batas-batas wilayahnya ditentukan berdasarkan Perjanjian Lisboa pada tahun 1859 antara Belanda dan Portugal.

Portugal menguasai wilayah Pulau Timor bagian timur dengan pulau kecil di sekitarnya dan sebuah wilayah eksklave di Timor Barat.

Pada rentang waktu itu, wilayah koloni Portugal di pulau Timor dikenali sebagai “Timor Portugis”.(*/Galamedia/Timorberita)

  • Bagikan
error: Content is protected !!