Timor Leste Tempat Sejarah dan Wisata Religi Menakjubkan

  • Bagikan

TimorBerita. Dili –Negara Demokratik Timor Leste menjadi negara berdaulat setelah merdeka dari Indonesia melalui referendum pada 1999.

Negara Timor Leste terdiri dari 13 distrik pemerintah, yang memiliki keindahan alam menawan dan kaya akan objek wisata religi dan sejarah.

Timor Leste dulu adalah wilayah kolonial Portugis kemudian menjadi bagian dari Indonesia pada 1976. Saat itu ditetapkan sebagai provinsi ke-27 dengan nama Timor Timur.

Pemerintah Indonesia mengedepankan cara militer dalam menyelesaikan masalah Timor Leste. Sehingga tidak heran terjadi berbagai tindak kekerasan dan pelanggaran HAM.

Cara ini ternyata justru mengundang perlawanan rakyat setempat. Masyarakat akhirnya berjuang habis-habisan menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

Setelah runtuhnya rezim otoriter Orde Baru yang dipimpin Presiden Suharto, Indonesia terpaksa menggelar referendum di Timor Leste dan provinsi ini akhirnya mendeklarasikan kemerdekaannya.

Negara Timor Leste ternyata memiliki wisata religi dan sejarah yang populer. Siapa pun berkunjung tentu merasa belum lengkap jika belum sampai di tempat ini.

Baca Juga:  Ajang Pameran Oekusi, Dongkrak Ekonomia dan Hibur Warga

Berikut tempat tersebut yakni

Patung Cristo Rei

Cristo Rei atau Kristus Raja di bukit Fatucama, sebelah timur kota Dili.

Objek wisata ini sangat ikonik karena ada patung Yesus Kristus setinggi 27 meter. Ini diakui sebagai patung terbesar kedua di dunia setelah Christ The Redeemer atau patung Yesus di Rio De Janeiro, Brazil.

Patung ini dibangun pada 1996 sekaligus untuk memperingati bergabungnya Timor Leste ke Indonesia. Lokasi ini merupakan area kudus bagi umat Katolik untuk berdoa dan melakukan upacara keagamaan.

Menariknya, patung ini dirancang oleh seniman muslim bernama Mochamad Syailillah.

Saat berada di puncak Bukit Cristo Rei, pengunjung dapat merasakan terpaan udara segar, melihat pemandangan perbukitan, hamparan laut biru dan pantai berpasir putih.

Lokasi ini bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Dili. Untuk ke puncak harus melewati ratusan anak tangga. Ada 14 titik pemberhentian sebelum sampai di puncak. Pengunjung bisa melihat gua Jalan Salib yang biasanya digunakan umat Katolik dalam mengenang peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

Baca Juga:  360 Kendaraan Bodong Gagal Dikirim ke Timor Leste, Polisi Amankan 9 Tersangka

Cagar Budaya Aipelo Prison

Berada di Lauhata, Aipelo Prison dulunya penjara kolonial Portugis pada abad ke-19.

Meski tinggal reruntuhan dan corak tulisannya mulai memudar, bangunan dengan arsitektur Portugis ini telah ditetapkan pemerintah Timor Leste sebagai cagar budaya. 

Karena letaknya di perbukitan, maka pengunjung juga dapat melihat laut biru dari atas bangunan. Spot latar laut adalah tempat yang paling dicari saat mengambil gambar. Aipelo Prison jaraknya 27 kilometer dari Kota Dili.

Katedral Dili

Katedral Dili merupakan gereja Katolik di Dili, Timor Leste. Ini disebut-sebut sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas lahannya 10.000 meter persegi dan mampu menampung 2.000 jemaat.

Di bangunan gereja masih dapat menemukan polesan arsitektur Portugis. Kombinasi karya lama dengan jendela patri memperlihatkan nilai estetik modern yang telah menyatu di ruangan gereja. Lingkungan yang asri dan terawat.

Santa Cruz

Santa Cruz adalah tempat pemakaman bersejarah.

Baca Juga:  Beritakan Timor Leste Kena Jebakan Utang China, Ramos Horta Sebut Jurnalis Konyol

Tempat ini meninggalkan rekam peristiwa berdarah konflik antara Timor Leste dan pemerintah Indonesia.

Sedikitnya 250 orang tewas dibunuh saat unjuk rasa menuntut kemerdekaan Timor Leste pada pada 12 November 1991. Salah satu yang dimakamkan di sini adalah aktivis Sebastiao Gomes.

Pasca tragedi pembantaian Santa Cruz, tuntutan merdeka dari Indonesia makin membara.

Monumen ini ramai dikunjungi orang untuk mengenang sejarah Timor Leste merdeka dari Indonesia.

Patung Paus Yohanes Paulus II

Patung Paus Yohanes Paulus II berada di bukit Tasi-Tolu arah barat Kota Dili, Timor Leste. Replika patung pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ini dibuat pada 2007.

Tujuannya untuk mengenang kedatangan Paus Yohanes Paulus ke Timor Leste pada 1989.

Dari lokasi patung ini terlihat pemandangan laut biru dan Danau Tasi Tolu. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini melakukan olahraga sambil menyaksikan fiu pantai dan terbenamnya matahari di kala senja. (okezone/ beritatimor/ gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!