Tradisi “Hel Keta” Dilarang, Ini Alasan Uskup Atambua

  • Bagikan

Atambua, TimorBerita – Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr, mengeluarkan surat himbauan kepada umatnya yang ada di wilayah Kabupaten TTU, Belu dan Malaka.

Dalam surat yang diteken di Atambua 5 Februari 2022, Uskup Atambua menghimbau kepada Para Pastor Paroki/Administrator/Pembantu dan unsur terkait agar secara tegas menegakkan aturan ini.

“Mencermati fenomena yang berkembang akhir-akhir ini terkait acara “Hel Keta” menjelang upacara pernikahan dalam budaya Dawan yang berdampak juga pada upacara perkawinan dengan orang dan budaya lain di wilayah Keuskupan Atambua, maka dengan ini saya melarang acara “Hel Keta”, tegasnya.

Baca Juga:  Paket Sehati Bangun Belu Dengan Sentuhan Lima Program Unggulan

Adapun larangan penyelenggaraan “Hel Keta” dengan alasan:

  1. Bertentangan dengan iman KatolĂ­k (praktek superstisi dan
    mythis -magis) ;
  2. Tidak memiliki dasar dalam kehidupan sosio-kultural;
  3. Memecah-belah hubungan kekerabatan dan hubungan antar manusla
  4. Menambah beratnya beban ekonomi Kelurga dan masyarakat; Karena itu, bila masih ada calon pasangan nikah dan keluarga yang melaksanakan acara ini (Hel Keta), maka pemberkatan pernikahannya
    dibatalkan.
Baca Juga:  RAT CU Kasih Sejahtera Pesan Uskup Tantangan di Tahun 2025

Di akhir suratnya Uskup Domi meminta agar para Pastor Paroki/Administrator/Pembantu dan seluruh agen pastoral memperhatikan hal ini dan mengumumkannya kepada seluruh umat di wilayah pelayanan masing-masing untuk diketahui dan dilaksanakan. (Ren/Gio)

  • Bagikan