Untas Apresiasi, 11.485 Eks Pejuang Timor Timur Terima Penghargaan

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada 11.485 Eks Pejuang Timor Timur.

Penghargaan pemerintah pusat melalui Menteri Pertahanan, eks pejuang dinilai sebagai pejuang patriot bela negara.

Terhadap penghargaan tersebut, Organisasi pro-integrasi Timor Timur Perkumpulan Uni Timor A’swain (Untas) mengapresiasi dukungngan dan penghargaan dari pemerintah pusat.

Penghargaan Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan Menteri Pertahanan KEP/1189 M / XII/ 2020. Tentang Penghargaan Patriot Bela Negara kepada eks-Pejuang Timor Timor.

“Penghargaan patriot bela negara ini sebagai bukti pengakuan atas perjuangan mereka membela Merah Putih dan NKRI,” jelas Ketua Umum DPP Untas Filomeno de Jesus Hornay, dalam rilisnya Minggu (31/1/2021).

Menurut Filomeno, Untas merasa bangga atas perhatian pemerintah pusat sehingga atas nama organisasi ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia.

Atas perhatian dan penghargaan kepada WNI kelahiran Timor Timur, yang masih setia kepada Merah Putih dan mengungsi di beberapa wilayah di Tanah Air.

“Terima kasih pemerintah pusat dan daerah atas dukungan dan perhatiannya,” ujarnya.

Pemerintah Pusat juga Lanjut Filomeno telah memberi kepercayaan kepada warga Untas untuk menjadi duta besar dan berkuasa penuh, untuk negara-negara sahabat sejak Timor Timur lepas dari NKRI.

Diantaranya FX Lopez da Cruz untuk Portugal. Tito Baptista dos Santos untuk Mozambik dan Jose Morato Tavares untuk Republik Federasi Rusia. Serta ASN, TNI, Polri yang juga dipercayakan di posisi strategis di lingkungan masing-masing.

Termasuk atas dilantik-nya Wakil Ketua Umum Untas Basilio Dias Araujo sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

“Kami menyadari bahwa komitmen perhatian dari pemerintah RI kepada warga pro-integrasi Timor Timur patut diapresiasi,” ucap Filomeno

Meski begitu lanjut Filomeno masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan seperti aset WNI di Timor Timur harus dituntaskan. Hal ini sudah disampaikan sesuai rekomendasi hasil Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) 2008 di Bali.

” Itu pekerjaan rumah sesuai rekomendasi KKP di Bali. Diantaranya meminta Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste untuk segera menuntaskan aset rumah,” ujarnya.

Menurut Filomeno, dalam rekomendasi meminta pemerintah untuk menyediakan tanah dan rumah bagi WNI kelahiran Timor Timur. Sebab ada penduduk kelahiran Timor Timur yang hingga kini masih menumpang di tanah warga atau lahan pemerintah.

” Selain itu membuat kebijakan afirmatif dengan kuota alokasi minimal 27 persen bagi anak-anak para pejuang integrasi Timor Timur untuk diterima sebagai anggota TNI, Polri, ASN dan sekolah-sekolah tinggi pemerintah pada TNI, Polri, kementerian, sekolah kedokteran dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu lanjut Filomeno memberikan kemudahan kepada WNI kelahiran Timor Timur yang juga punya hak sebagai warga negara Indonesia, atas program-program yang berkaitan dengan percepatan pemulihan ekonomi dampak dari pandemik COVID-19, tanpa diskriminasi. (Gio/01-TimBc)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan