UPKM/CD Bethesda Malaka Gelar Jambore Kesehatan,

  • Bagikan

TimorBerita. Malaka || UPKM/CD Bethesda Jogyakarta, menggelar kegiatan Jambore kesehatan, yang berlangsung di Hotel Ramayana Betun, Rabu (21/4).

Kegiatan jambore kesehatan yang digelar akhir masa program pendampingan.

UPKM/ CD Bethesda ini sudah enam tahun hadir di Malaka untuk mengangkat potensi lokal agar dikelola menjadi herbal, yang berkhasiat bagi kesehatan dan menjadi apotik keluarga.

Wakil Direktur Program Layanan Kesehatan Primer dan Inovasi Terapan UPKM/CD Bethesda Yakkum, Jogyakarta, Sukendri Suswanto, kepada wartawan menuturkan kehadiran UPKM/CD RS Bethesda, sudah 6 tahun berjalan di 30 desa yang tersebar di tiga kabupaten yakni Malaka, Alor dan Sumba Timur.

Diakhir program ini, digelar jambore kesehatan untuk para kader kesehatan, kepala desa dan petugas puskesmas, untuk saling berbagi pikiran, berbagi pengalaman agar bisa mengembangkan potensi lokal sebagai kesehatan herbal.

Baca Juga:  Berkas Tiga Tersangka P21, Kasus Bawang Merah Malaka Siap Disidangkan

” Jambore kesehatan ini ajang pertemuan para kader kesehatan yang selama ini menjadi mitra Bethesda. Para kepala desa dan tenaga kesehatan yang selama ini berjuang di desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di desa masing-masing,” jelasnya.

Sukendri berharap kegiatan jambore yang dilakukan agar semua kader bisa berbagi pengalaman dan menghargai potensi alam yang dimiliki agar tetap dikembangkan berkelanjutan.

Terutama di 30 desa di tiga kabupaten yang selama ini menjadi pendampingan lembaganya.

Lanjut Sukendri, pendampingan selama 6 tahun tentunya sangat cukup untuk dikembangkan pengalaman yang sudah dimiliki. Desa dampingan Bethesda tetap komitmen dengan Pemda, kepala desa, petugas kesehatan dan mitra lain untuk melanjutkan pembangunan sistem kesehatan herbal yang ada di desa.

Baca Juga:  Bawaslu Minta Batalkan Instruksi ASN Pantau TPS, Begini Jawaban Pemda Malaka

” Sejak awal kehadiran lembaga ini mendapat dukungan yang baik dari pemerintah. Ada MoU untuk mengangkat kesehatan herbal berbasis potensi lokal desa,” tandasnya.

Ia menambahkan lembaganya hadir tidak membawa bantuan materi tetapi melalui programnya bisa menggali potensi lokal desa. Melalui pendidikan dan pelatihan kepada para kader agar bisa memanfaatkan potensi herbal. Keterampilan warga tentunya harus dimanfaatkan untuk kesehatan herbal.

Dikatakan NTT banyak tumbuhan yang berkhasiat akan tetapi masyarakat menganggap itu sebagai rumput liar karena tidak tahu khasiatnya. Untuk itu lembaganya hadir untuk mendampingi para kader agar bisa mengelola potensi lokasl menjadi obat herbal.

” Obat herbal ada di sekitar kita dan khasiatnya luar biasa. Hanya selama ini masyarakat tidak mengakui, dan tidak ada pengenalan terhadap tanaman yang berkhasiat ini. Sehingga Betsheda sudah hadir untuk memperkenalkan obat herbal agar menjadikan apotik keluarga,” tandasnya.

Baca Juga:  Mobil Ambulance Antar Tim Sukses, Kepala Puskesmas Uabau Diadukan Ke Bawaslu

Ia juga berharap agar tumbuhan herbal bisa dilakukan lomba di tingkat desa atau kecamatan agar setiap keluarga tetap merawat dan bertanggung jawab merawat tumbuhan lokal berkhasiat ini.

Sekedar tahu, RS. Panti Waluyo mempunyai CD/ UPKM (Usaha Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat) yang tugasnya melakukan bakti sosial, penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, posyandu.

Lembaga ini rutin memberikan bantuan tenaga kesehatan untuk daerah-daerah yang terjadi wabah. Rumah Sakit Panti Waluyo, merupakan salah satu Rumah Sakit YAKKUM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rumah Sakit yang memberikan pelayanan prima berdasarkan KASIH, menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara holistik, perpadu dan profesional. (chiles)

  • Bagikan