Ini Dia Wanita Pertama Belu yang Divaksin Covid

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua- Pemerintah Kabupaten Belu resmi membuka kegiatan program nasional pencanangan vaksinasi Covid-19 sinovac, pada Kamis (4/2/2021).

Kegiatan pencanangan vaksin Covid-19 berlangsung di Rumah Sakit (RS) TNI TK. IV Atambua, yang diikuti 10 peserta penerima vaksin perdana.

Menariknya dalam vaksin kloter pertama ini terdapat satu-satunya sosok wanita tangguh yang ikut sebagai penerima vaksin perdana.

Dia adalah drg M. Ansilla F. Ekamutty. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Belu.

Saat ditemui usai menjalani vaksin, dokter Ansilla mengaku bangga dan senang namanya ikut tercatat sebagai peserta penerima vaksin perdana di Kabupaten Belu.

Apalagi diantara semua peserta hanya satu-satunya wanita yang ikut sebagai penerima vaksin perdana Covid sinovac.

” Luar biasa saya bangga bisa menjadi pertama sebagai penerima vaksin. Terima kasih untuk pak Kadis Kesehatan yang sudah memilih saya sebagai peserta penerima vaksin,” ujarnya.

Baca Juga:  Pendaftaran SNMPTN 2021 Lagi Dibuka, ini Tahapannya

Menurut Ansilla sejak awal mendapat informasi sebagai peserta penerima vaksin dirinya merasa biasa saja, sedikit pun tidak kawatir apalagi takut.

Baginya vaksin sinovac sangat penting untuk kesehatan. Bisa menambah kekebalan tubuh agar bisa melindungi diri dan juga orang lain dari ancaman Covid.

” Mudah-mudahan dengan vaksin ini, para wanita di Kabupaten Belu semakin percaya diri untuk ikut divaksin. Vaksin ini tidak apa2 selagi kesehatan kita sehat,” tandasnya.

Mantan Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua menuturkan, perbandingan kondisi tubuhnya sebelum dan sesudah vaksin normal dan biasa saja.

Saat disuntik tentunya ada reaksi tetapi kondisinya biasa saja, tidak ada perubahan atau gejala dampak ikutan. Bahkan setelah 30 menit divaksin dan dilakukan observasi kondisinya biasa saja.

Baca Juga:  Bupati Belu Sudah Divaksin, Giliran Nakes dan Warga

Lanjut Ansila, kini setelah menjalani vaksin dosis pertama tentu harus siap untuk menjalani lanjutan vaksin kedua, terhitung 14 hari dari sekarang. Mematuhi protap Covid agar bisa menjalani vaksin kedua dengan baik dan lancar.  

Ia mengajak masyarakat khususnya kaum wanita agar jangan takut divaksin. Sebab seseorang yang kondisinya sehat, tentu tidak ada gangguan saat divaksin. Kecuali yang bersangkutan sedang gangguan seperti jantung atau darah tinggi itupun akan di screening sebelumnya sesuai petunjuk medis.

” Tidak boleh ragu atau takut divaksin. Mau sehat, ayo mari kita sama-sama lawan Covid. Kita patuhi protokol kesehatan, kita putuskan mata rantai penularan wabah ini,” ujarnya.

Ansilla mengajak warga untuk divaksin dan selalu disiplin protap Covid. Sebab melalui sentuhan program vaksin ini bisa menekan kasus Covid yang terus bertambah di wilayah Belu.

Baca Juga:  Optimis Menang Warga Kletek Nyatakan Sikap Dukung Paket SN - KT

Berikut 10 peserta penerima vaksin perdana pencanangan vaksinasi Covid-19 sinovak di Kabupaten Belu. Bupati Belu Wilibrodus Lay, Dandim 1605 Belu Wiji Untoro, Ketua Pengadilan Negeri Belu, Anak Agung Gede Susilaputra, Kabag Ops Polres Belu, I Nengah Suta Winaya.

Kepala Inspektorat Belu, Rumualdus TH.J Manek, Kadis Kominfo Belu, Yohanes Andes Prihatin, Sekretaris BKKBN, drg M. Ansilla F. Ekamutty, Ketua Pena Batas/ Kontributor I News TV , Stefanus Dile Payong.

Sedangkan dua peserta lainnya Michael Tae perwakilan Humas Protokol Setda Belu dan Chandra Nuradi Perwakilan Cabang BPJS Atambua, batal menjalani vaksinasi karena gangguan kesehatan. Sehingga panitia mengganti dengan dua peserta cadangaan dari Dinas Kesehatan Belu, yang sudah disiapkan sebelumnya. (Ren-05)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!