15 Tahun Lagi NTT Provinsi Terkaya Indonesia

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi provinsi terkaya di Indonesia 15 tahun mendatang. Potensi kekayaan alam yang diunggulkan dari sektor pariwisata serta pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) diyakini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat lokal.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam Peluncuran Buku Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia, yang berlangsung virtual dari kantor Gubernur Selasa (22/12/2020), mengatakan sangat optimis Nusa Tenggara Timur di tahun 2035 akan menjadi provinsi terkaya di Indonesia.

“Kekayaan alam tidak lagi bicara tentang energi fosil. Tapi menuju pada energi baru terbarukan dan NTT akan menjadi lumbung. Tahun 2035 akan menjadi provinsi terkaya di Indonesia,” tandas Viktor.

Baca Juga:  Gubernur NTT Terpapar Covid di Jakarta Keluarga Negatif

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan riset untuk sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Hasil riset menunjukkan terdapat sumber energi baru terbarukan berbasis tenaga angin dengan potensi 300 megawatt (MW) dan tenaga surya sebesar 200 ribu MW.

Sumber kedua energi tersebut lanjut Viktor, terdapat di Pulau Sumba dan Pulau Timor, NTT. Hasil riset tersebut sudah disampaikan kepada presiden Jokowi dan masuk dalam rencana energi nasional 2021-2035.

Baca Juga:  Besok, Gubernur NTT Lantik Bupati dan Wabup Terpilih, Sabu Raijua Tertunda

Viktor menjelaskan NTT mulai menaruh perhatian kepada EBT karena akan mendorong ekosistem lingkungan yang lebih baik, yang akan berdampak pada sektor pariwisata NTT secara berkelanjutan. Sebab, pariwisata NTT mengandalkan atraksi maupun keindahan bentang alam yang harus dijaga kelestariannya.

Dikatakan selain lingkungan yang terjaga, dipastikan akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat. Dan tempat wisata harus membawa dampak kesejahteraan masyarakat setempat.

“Semenarik apapun tempat wisata itu. Tapi kalau tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat, itu ada kesalahan,” tandas Viktor.

Baca Juga:  Timor Leste Tempat Sejarah dan Wisata Religi Menakjubkan

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur menuju destinasi-destinasi wisata di Provinsi NTT harus dilanjutkan. Selain itu, faktor faktor pendukung pariwisata sekaligus pemahaman masyarakat setempat harus mulai dibangun. Sehingga keinginan pemerintah pusat untuk memajukan NTT dari kepariwisataan bisa terus berlanjut.

Viktor pun menyingung value chain pembangunan pariwisata setidaknya 60 persen harus berasal dari dalam daerah. Hal itu demi menjamin kesejahteraan masyarakat setempat yang wilayahnya menjadi destinasi wisata.

Langkah-langkah ini yang buat ke depan, agar tidak terjadi kepincangan, disparitas antar pengusaha besar yang datang dan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.(Republica.co.id/ddn/gio)

  • Bagikan