Vinsensius Fios Babak Belur Dianiaya Kepala Desa Banfanu

  • Bagikan

Timorberita. Kefamenanu – Gegara salah paham Vinsensius Fios, Warga Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, babak belur dianiaya Kanisius Fios, Kepala Desa Banfanu.

Peristiwa naas itu terjadi di tempat syukuran wisuda di Desa Banfanu, pada Kamis (5/11/2020) pagi sekira pukul 06.30 wita.

Informasi yang dihimpun sejumlah saksi mata menyebutkan kasus penganiayaan itu bermula saat korban Vinsen Fios menghadiri undangan syukuran wisuda di Desa Banfanu yang diundang oleh Kepala Desa (Kades) Banfanu, Kanisius Fios.

Kasus penganiayaan bermula saat nyaris terjadi adu jotos antara Wendi dengan Stefen. Sehingga sempat dilerai oleh korban Vinsen. Tak lama berselang Stefen meninggalkan tempat sykuran dan kembali ke rumahnya yang diantar sang Kades.

Baca Juga:  Waspada Kesehatan Pengunjung, Pengadilan Tipikor Disemprot Disinfektan

Ironisnya saat kembali ke lokasi acara, Sang kades menghampiri korban Vinsensius Fios menuduhnya sebagai pencuri uang.

Bahkan sempat menudingnya bergaul dengan Doni Sikone untuk mendukung paket Fresh (Hendrikus Frengky Saunoah dan Amandus Nahas di Pilkada TTU 2020 ini.

Usai melontarkan kata-kata itu, Sang Kades ini spontan menampar korban di pipi bagian kiri dan ikut menganiaya korban hingga babak belur dan mengeluarkan gumpalan darah di bagian bibirnya.

Baca Juga:  Tak Cukup Bukti, Kasus Bupati Raymundus Vs Margorius Dihentikan

Korban mengalami luka robek pada bagian pelipis kanan, bibir dan wajahnya memar mata bagian kiri bengkak sehingga tidak bisa melihat.

Tak terima perbuatan itu korban terpaksa mendatangi kantor Polisi untuk melaporkan aksi brutal sang Kades.

Kapolsek Noemuti, Iptu I Wayan Guna saat dikonfirmasi wartawan Kamis (5/11/2020) membenarkan adanya laporan Polisi terkait kasus dugaan tindak pidana penganiayaan berat dengan pelaku Kanisius Fios.

Baca Juga:  Nain Liurai Malaka Ajak Masyarakat Pilih Simon Nahak Kim Taolin

Laporan polisi dengan nomor LP/43/XI/2020/RES TTU/Polsek Noemuti. Akan diproses hukum sampai tuntas. Pihak Kepolisian berjanji akan bekerja profesional untuk menangani kasus ini hingga tuntas.

Menurut Wayan setelah menerima laporan ini, pihaknya melakukan pemeriksaan saksi saksi dan memeriksa terlapor. Jika berkasnya sudah rampung tentunya ditetapkan tersangka.

“Kami akan kerja profesional untuk mengungkap kasus ini. Kita proses sesuai aturan hukum,” tandasnya. (Eli)

  • Bagikan