Wali Kota Frontera Comapala Diikat di Pohon, Ingkar Janji Kampanye

  • Bagikan

TimorBerita. Meksiko – Wali Kota Frontera Comapala Meksiko, Oskar Ramirez Aguilar terpaksa harus menanggung sanksi masyarakat.

Pejabat Negara ini terpaksa diikat di bawah pohon karena tidak menepati janji politiknya saat menjadi Wali Kota. Massa dari 11 wilayah mengamuk lalu menangkap dan mengikat Oscar ke sebuah pohon.

Dilansir salah satu media asing Daily Star, Kamis (14/1/2021), massa mengamuk lantaran janji kampanye mengenai ketersediaan air bersih tidak ditepati.

Baca Juga:  Lowongan Bintara TNI AL Dibuka Hingga 22 Januari, Begini Syaratnya

Wali Kota Oscar semasa menjanjikan ketersediaan air bersih yang cukup bagi para warga. Bahkan berjanji akan membangun pemukiman yang berkualitas lengkap dengan fasilitas pengolahan air bersih.

Ia setelah terpilih sudah membangun fasilitas pengolahan air. Tetapi fasilitas yang dibangun tidak seperti yang diharapkan dan tidak berfungsi sebagaimana diharapkan.

Warga meruak setelah menyambangi fasilitas pengolahan air menemukan fakta fasilitas itu kondisinya tidak bagus.

Surat kabar lokal Cuarto Poder, melaporkan warga sebenarnya sangat mengharapkan manfaat dari fasilitas tersebut. Tetapi kenyataan ini jauh dari kenyataan.

Baca Juga:  Kapolri Tindak Tegas Kapolda & Kapolres Lamban Eksekusi Premanisme

Sebuah video yang diunggah di Twitter menunjukkan kemarahan sejumlah warga yang melihat betapa menyedihkannya fasilitas pengolahan air bersih itu.

“Di beberapa bagian bocor. Di bagian lain, mereka menyumbat lubang dengan sembarangan,” ujar salah seorang warga dalam video itu.

Para pengunjukrasa yang marah kemudian menagih janji kepada Oscar tak puas warga pun mengikat wali kota dibawah pohon besar.

Baca Juga:  Sudah Divaksin Tetap Jaga Protokol Kesehatan, Begini Komentar Ahli

Setelah diikat dikelilingi para warga yang mengamuk. Oscar yang dalam posisi seluruh badan terikat di pohon hanya bisa pasrah.

Seperti yang dilaporkan media local Cuatro Older, sang Wali Kota mengenakan celana jeans biru, kemeja putih, masker wajah, dan dalam keadaan terikat di pohon.

Selama dua jam dalam kondisi terikat akhirnya dilepaskan. Ia dibebaskan setelah berjanji untuk memperbaiki fasilitas tersebut. (Daily Star/MC/TBC)

  • Bagikan