Warga dan Pemcat Anleu Siap Sukseskan Ajakan PKK TTU

  • Bagikan

 TimorBerita. Kefamenanu || Masyarakat bersama seluruh pemerintah desa dan pemerintah kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara menyambut baik komitmen dari PKK TTU. Sekaligus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menolak masalah stunting di TTU terutama  di kecamatan Anleu.

Camat Biboki Anleu, Alex  Tabesi yang ditemui usai menyaksikan penyerahan bantuan PKK TTU kepada PKK Desa Nifutasi, Rabu (5/5/2021) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan PKK TTU yang disampaikan Wakil Ketua TP PKK TTU, Ny. Susana S. Sarumaha Binsasi di Biboki Anleu.

Bukan cuma itu. Camat yang sangat familiar ini mengatakan, pihaknya atas nama seluruh masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa – desa di Biboki Anleu sangat mendukung langkah dan ajakan tersebut.

Baca Juga:  Ditahan Polisi,Tersangka Pidana Pilkada Belu Dijemput Keluarga dan Massa Aksi

Karena itu pihaknya berjanji akan menggerakan selurih komponen strategis untuk menolak stunting di kecamatan Biboki Anleu.

“Kita juga meminta semua kepala desa untuk meningkatkan anggaran untuk mengatasi masalah stunting di kecamatan ini,” tegasnya.

Selain itu, kata Camat Tabesi, pihaknya terus meningkatkan kerjasama dengan pihak kesehatan, PKK dan kader posyandu untuk terus melakukan berbagai intervensi termasuk penyuluhan tentang pemenuhan pangan dan gizi berimbang.

Sebab baginya, stock pangan dan gizi berimbang serta pengolahannya adalah salah satu faktor kunci dalam mengatasi masalah tersebut.

Disamping itu, Camat Alex juga memberi apresiasi kepada PKK desa dan Kecamatan serta pihak kesehatan yang telah berjuang keras sehingga dapat mengurangi angka stunting di Biboki Anleu, khususnya di desa Nifutasi dimana tahun 2020 jumlah bayi dan balita yang mengalami stunting 67 orang pada April 2021 berdasarkan data Puskesmas Ponu menururn tinggal 41 orang.

Baca Juga:  Kasus Menumpuk, Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang

“Kami terus mendorong pemerintah desa untuk terus melakukan upaya atau intervensi untuk menurunkan angka stunting tersebut. Bahkan diharapkan Nifutasi benar-benar bebas dari stunting,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Timor Tengah Utara, Ny. Susana S. Sarumaha Binsasi mengajak  warga masyarakat  kecamatan Biboki Anleu untuk menolak stunting di wilayah tersebut.

Ajakan ini disampaikan di Desa Nifutasi kecamatan Anleu, saat menyerahkan bantuan dana dari PKK kabupaten untuk kebutuhan pemberian makanan tambahan bagi bayi balita di desa tersebut.

Baca Juga:  Vaksinasi Prioritas Tenaga Pendidik, Jokowi Ingin Sekolah Tatap Muka Juli

Dijelaskan, untuk menolak stunting di desa tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Bantuan yang diberikan hanya bersifat stimulan saja. Fokusnya ada ketahan pangan keluarga.

Sedangkan Kepala Puskesmas Ponu Renold Kadju mengatakan untuk Kecamatan Anleu khususnya di desa Nifutasi dimana tahun 2020 jumlah bayi dan balita mengalami stunting sebanyak 67 orang. Tetapi pada April 2021 berdasarkan data Puskesmas Ponu menurun menjadi 41 orang. Data stunting penyebaran paling banyak di Desa Nifutasi disusul desa Oemanu.

Menurut Renold penurunan angka atas kerja keras dari kader, puskesmas dan aparatur desa. Upaya penurunan angka stunting sedikit terganggu dengan covid. Namun upaya penanganan tetap dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid. (Okto/Kend

  • Bagikan