Warga Makir Datangi DPRD Belu Desak Copot Kades, Tim Kabupaten Turun Lapangan

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Lagi-lagi puluhan warga Desa Makir Kecamatan Lamaknen, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Belu, Rabu (21/7/2021).

Kehadiran warga diterima Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu Marthen Naibuti, bersama sejumlah anggota Komisi I.

Kehadiran warga Makir yang ketigakalinya untuk mempertanyakan tindaklanjut laporan kasus amoral dan dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau.

Masyarakat menilai pemerintah dan DPRD lamban mengambil sikap terhadap kasus Kepala Desa Makir yang telah diadukan sejak Mei 2021 lalu.

Dialog yang berlangsung diruang Komisi I DPRD Belu, Ernest Mali menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan warga untuk mempertanyakan tindaklanjut penanganan kasus yang diadukan Mei lalu. Sebab hingga saat ini belum ada tindakan apapun terhadap Kades Makir.

“Kami masyarakat datang bersama tokoh adat mewakili masyarakat Makir datang lagi untuk mempertanyakan persoalan kepala Desa yang tidak bermoral. Kami heran sampai saat ini tidak ada tindakan apapun terhadap Kades,” kesal Ernes.

Baca Juga:  Survei Elektabilitas Parpol, PDIP & Golkar Unggul, PSI Salip PAN dan PPP

Hal serupa Aloysius Bau dihadapan wakil rakyat menegaskan sebagai masyarakat menginginkan kepala Desa Makir segera diberhentikan dari jabatannya. Alasannya Kades Bonifasius Hale Mau, tidak lagi menjadi sosok kepala wilayah yang baik. Tidak menunjukkan sebagai sosok panutan kepala wilayah.

” Kepala desa ini sudah berulang kali buat masalah dengan perempuan. Sudah didenda adat pun tidak tobat,” kesal Aloysius.

Serupa Adrianus Manek merasa heran belum ada sikap tegas berupa sanksi terhadap Kades Makir. Ia mengancam bila tidak ditanggapi serius pengaduan warga maka massa akan datang dalam jumlah lebih banyak lagi untuk melakukan aksi.

Adrianus kesal lantaran bukan saja masalah amoral tetapi juga masalah dugaan pungutan liar dan masalah lain termasuk jarang pelayanan di kantor desa. Untuk itu perlu penanganan serius pemerintah.

Baca Juga:  Wakil Rakyat Belu Banting Kursi dan Lempar Mikrofon Jadi Tontonan Bupati dan Masyarakat

Menanggapi pengaduan warga, Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu Marthen Naibuti mengatakan sebagai wakil rakyat akan mengawal serius masalah pengaduan warga Makir. Pemerintah diminta untuk segera bertindak mengklarifikasi terhadap kepala Desa Makir.

” Pemerintah harus tangani serius laporan warga. Pemerintah sebaiknya turun langsung ke Desa untuk klarifikasi kebenarannya. Kita menunggu hasil jika tidak kita akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan Kepala Desa Makir,” tandas Marthen Anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu ini.

Sedangkan Wakil ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu sebagai unsur pimpinan disarankan kepada Komisi I DPRD Belu untuk melakukan tindakan nyata. Memberikan peringatan dan keputusan politik bersurat kepada pemerintah. Mengusut serius masalah ini bila benar maka segera diberikan sanksi sesuai regulasi bisa pemberhentian dari jabatan Kades.

Baca Juga:  Wow…! Titip Rp 140 Juta, Saksi Ngaku Biaya Pelicin Sertifikat Tanah Labuan Bajo

” Setelah rapat ini kalau bisa ada keputusan tegas. Kita langsung bersurat ke pemerintah sertakan bukti-bukti,” tegas Cypri politisi Nasdem ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Belu Marselinus Koli mengatakan laporan masyarakat kepada Bupati dan Wakil Bupati sudah diterima. Tim dari kecamatan sudah melaksanakan tugas pemeriksaan dan sudah ada laporan ke Kabupaten.

” Laporan dari kecamatan masih kurang sehingga kita Tim Kabupaten masih lengkapi lagi,” tandasnya.

Menurut Marselinus untuk melengkapi kekurangan keterangan tersebut maka Tim Kabupaten sudah menjadwalkan untuk turun ke Desa Makir pekan depan. Tambahan keterangan, terkait informasi tindakan moral, pungutan liar dan disipilin berkantor. (Ren/Tβ.com)

  • Bagikan
error: Content is protected !!