Warga Maslete Kefamenanu Jadi Korban Penipuan Mas Pijit

  • Bagikan

Timorberita. Kefamenanu || Kasus penipuan dan hipnotis dengan modus tawaran pijit tradisional kini menimpa satu keluarga di Maslete, Kelurahan Tubuhue Kecamatan Kota Kefamenanu. Untungnya, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan Polres setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Kamis (3/6/2021) menyebutkan peristiwa apes yang menimpa pasangan suami-istri, Pono Hendrikus dan Maria Nahak, warga Maslete, RT 044, RW 001, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, terjadi pada Rabu 2 Juni 2021.

Sementara pelaku penipuan diketahui seorang laki-laki bernama Rudi, warga Bontoloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamo, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

Disebutkan, awalnya pelaku yang bertandang ke rumah Hendrikus (korban) dengan modus menawarkan jasa pijat tradisional.
Diduga , pelaku berhasil menghipnotis korban dan membawa kabur perhiasan dan sejumlah uang tunai milik korban.

Baca Juga:  Kim Taolin Minta Restu Leluhur di Sonaf Io Kufeu

Beruntung, pelaku berhasil diamankan pihak keluarga korban dan dibawa ke Mapolres TTU untuk proses hukum selanjutnya.

Berikut kronologisnya, pada Rabu (2/6/2021) sekitar pukul 11.30 Wita, pelaku mendatangi kediaman pasangan suami istri, Pono Hendrikus dan Maria Nahak. Lalu pelaku menawarkan jasa pijat tradisional dengan mahar Rp 2.000.000.
Mendengar tawaran pelaku, pasangan suami istri tersebut langsung mengiyakan.
Karena tidak memiliki uang mahar sebanyak permintaan pelaku, korban Maria yang diduga sudah berada di bawah pengaruh hipnotis pelaku, lalu menawarkan jaminan berupa kalung emas dan uang sebesar Rp 500.000.

Pelaku pun setuju dengan barang jaminan tersebut dan mulai memijat suami korban.

Sementara korban mengambil jaminan yang disepakati. Setelah menyerahkan uang dan barang jaminan kepada pelaku, korban Maria langsung kembali ke kios.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Datangi Mapolres, Bupati Raymundus Diperiksa Awal Januari

Saat itu, pelaku sementara memijat suami korban. Sayangnya, saat kembali ke dalam rumah, korban mendapati suaminya sendiri di dalam rumah, sementara pelaku tidak berada lagi di rumah.

Korban seketika itu baru mulai sadar kalau ternyata ia dan suaminya telah ditipu oleh pelaku. Korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya. Sang anak pun kemudian mengejar dan mencari keberadaan pelaku. Pelaku akhirnya ditemukan di Terminal Bus Kefamenanu. Dan pelaku akhirnya di laporkan ke pihak kepolisian setempat.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, Kamis (3/6) saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari terkait tindak pidana penipuan tersebut.

Setelah menerima laporan korban, pihak Polres TTU langsung bergerak dan mengamankan pelaku untuk proses hukum selanjutnya.

Baca Juga:  Vinsensius Fios Babak Belur Dianiaya Kepala Desa Banfanu

“Pelaku sudah berhasil kita amankan untuk kepentingan proses penyelidikan. Kita berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dengan orang baru atau tamu tak dikenal agar peristiwa ini tidak terulang kembali,”pungkasnya.

Sebelumnya, warga sempat ramai mendengar aksi hipnotis yang terjadi di seputaran kota Kefamenanu. Modusnya pelaku menggunakan ilmu hypnotis melakukan pencurian di sejumlah tempat. Pelaku berpura pura menjual alat kesehatan dan menghynotis calon pembeli lalu menggasak harta calon pembeli emas, dan lainnya.

Aksi pelaku hipnotis akhirnya terkuak setelah ada laporan korban, Tim Polres TTU bergerak cepat dan menangkap pelaku yang diketahui bernama seseorang Rudi, asal Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaku diketahui selama ini nginap bersama keluarga di salah satu hotel di bilangan kota Kefamenanu. (Kend)

  • Bagikan