Warga Terlambat Olah Lahan Henri Simu Bantu Hand Tractor

  • Bagikan

BETUN, Timorberita.com –Sejumlah warga Desa Lakekun Barat Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka mengeluh karena terlambat olah lahan.

Menanggapi keluhan warga ini, Anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Fraksi Golkar, Henri Melki Simu membantu satu unit hand tractor.

Keluhan warga itu disampaikan saat kegiatan reses yang dilaksankan di Kantor Desa Lakekun Barat, Kamis (10/9/20).

Kegiatan tatap berlangsung sesuai protokol kesehatan Covid-19).

Pantauan media ini nampak di lokasi  sudah tersedia wadah cuci tangan dan sabun di depan pintu kantor desa. Warga yang datang dengan mengenakan masker dipersilahkan mencuci tangan dengan sabun.

Baca Juga:  Mantan Kades Kereana Klarifikasi "Temuan" Dihadapan Jaksa dan Inspketorat

Selanjutnya, diperkenankan masuk ruang rapat untuk menempati kursi yang sudah diatur dengan jarak satu meter.

Dewan Henri dan rombongan disambut Sekdes Lakekun Barat, Alfredo Gomes dan sejumlah warga dalam suasana tanpa kerumuman orang. Warga tampak senang menyambut kedatangan wakil rakyatnya karena ingin menyampaikan aspirasi dan keluhan warga.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana bersahaja dan penuh kekeluargaan. Nampak warga Desa Lakekun Barat punya kedekatan dan rasa memiliki dengan Dewan Henri. Sehingga, kehadiran Henri yang menjabat Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malaka saat ini “mengobati” keluhan warga akan kesulitan olah lahan.

Baca Juga:  Reses, Warga Usul Pemekaran Desa Litamali, Ini Jawaban DPRD Malaka

Dalam diskusi, Henri mengatakan reses dilakukan bukan untuk membahas politik Pilkada. Sehingga semua warga perlu terlibat. Warga tidak boleh dibatasi untuk mengikuti kegiatan reses karena ingin menyampaikan aspirasi dan keluhannya.

Beberapa warga di antaranya Dominikus Mau dalam dialog mengatakan sangat menaruh harapan kepada wakil rakyat yang dipilihnya untuk memperhatikan nasib warga. Karena selama ini kebutuhan petani belum tersentuh. kurang diperhatikan.

Lanjut Dominikus, pihaknya kurang diperhatikan pemerintah dengan bantuan khususnya di bidang pertanian. Bantuan seperti pupuk, benih dan sarana olah lahan tidak menjangkau kelompok taninya selama ini.

Baca Juga:  Kapolres Belu Pastikan Hari Raya Paskah Aman, Gereja disterilisasi

Bahkan Dominikus dan beberapa warga lain tidak mengetahui program unggulan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ketika ditanya Henri terkait pembangunan pertanian di wilayah Desa Lakekun Barat.

“Kami tidak tahu RPM karena tidak ada bantuan pupuk dan benih,” kata warga spontan dalam sesi tanya jawab.

Kepada Henri, warga peserta reses meminta agar wakil rakyat dan pemerintah memperhatikan nasib rakyat tanpa membeda-bedakan. Jangan memberi bantuan kepada warga tertentu saja. Karena semua warga punya hak yang sama dalam aspek-aspek pembangunan. (klau)

  • Bagikan