Wilfrida Soik Pulang Belu, Pemprov NTT Perhatian Serius

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang || Wilfrida Soik, korban migran yang selama ini menjalani rehabilitasi kejiwaan akhirnya sudah bisa kembali kepada keluarganya. Ia dinyatakan bebas dari hukuman mati dari Mahkamah Tinggi Kota Baru, Kelantan, Malaysia pada 2015 lalu.

Wilfrida akhirnya sudah bisa kembali kampung halamannya di Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Buktinya Kamis (20/5/2021) Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi bersama Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI, menandatangani Berita Acara Serah Terima Wilfrida untuk selanjutnya menjadi tanggungjawab Pemerintahan Provinsi NTT.

Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI, Andy Racmianto mengapresiasi dukungan dan perhatian Pemrov atas kepulangan Wilfrida Soik untuk kembali kepada keluarganya.

Baca Juga:  Kasi Penkum Humas Kejati NTT ; Penangguhan Tersangka Jonas Salean Ada Prosedurnya

Andi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa semua masyarakat NTT dalam upaya Pembebasan atas hukuman mati Wilfrida Soik di Pengadilan Malaysia.

“Terima kasih Bapak Wagub NTT di waktu yang lalu telah berkunjung di Malaysia untuk melihat saudara kita Walfrida Soik. Tentunya Kebebasan ini tidak terlepas dari doa masyarakat NTT dan keluarga,” tandas Andy Rachmianto.

Andy menuturkan upaya diplomasi Indonesia dalam kasus Wilfrida Soik secara tidak langsung juga dijalankan melalui multi-track diplomacy yang dilaksanakan melalui 9 jalur multi-track.

Andi mengatakan Multi-track diplomacy terdiri dari Pemerintah, Migrant CARE sebagai Professional Conflict Resolution, bisnis, warga negara, edukasi yang dilakukan melalui sosialisasi, aktivis, agama, penggalangan dana dan komunikasi yang berupa adanya opini publik dan jumpa pers media.

Baca Juga:  Bupati Malaka Tegas, Temuan Tidak Dikembalikan Siap Diproses Hukum

Ia menambahkan melalui dukungan 9 jalur multi-track diplomacy sehingga sidang putusan 25 Agustus 2015 lalu, hasilnya Wilfrida Soik dinyatakan bebas dari vonis hukuman mati. Keberhasilan ini merupakan kontribusi dari Indonesia melalui pemerintah dan berbagai macam pihak non-pemerintah yang berkaitan hingga membebaskan Wilfrida Soik.

Kesempatan itu Wakil Gubernur (Wagub) Josef Nae Soi mengatakan pemerintah Provinsi NTT akan terus memperhatikan dan memantau kondisi Wilfrida Soik, pasca pemulangannya dari Jakarta ke NTT.

“Saya selaku Pemerintah Provinsi dan mewakili masyarakat NTT berterima kasih kepada Kementrian Luar Negeri yang telah melakukan segala upaya dan kerja keras membebaskan saudara kita Walfida Soik,” tandas Josef.

Baca Juga:  FPG TTU Tolak Tegas Pameran HUT Kefamenanu

Menurut Josef terkait dengan pemulangan Wilfrida, Pemprov bertanggungjawab memfasilitasi pemulangannya hingga di kampung halamannya. Ia sudah minta Dinas Koperasi Nakertrans Provinsi NTT dan PP2MI untuk memfasilitasi da mendampingi kepulangan Wilfrida kepada keluarganya.

Sekedar tahu, Wilfrida Soik TKI asal Kabupaten Belu Provinsi NTT, dinyatakan bebas dari hukuman mati oleh pengadilan Malaysia. Atas kasus pembunuhan majikan perempuannya Yeap Seok Pen (60), pada Desember 2010 lalu.

Wilfrida sempat mendekam di Penjara Pangkalan Chepa, Kota Nharu, Kelantan. Setelah menjalani persidangan di Mahkamah Tinggi Kota Baru, Kelantan, Malaysia, akhirnya divonis bebas 25 Agustus 2015 lalu. (*/ Rui)

  • Bagikan
error: Content is protected !!