Wow…! Titip Rp 140 Juta, Saksi Ngaku Biaya Pelicin Sertifikat Tanah Labuan Bajo

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –Kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat perlahan terbuka.

Terbukti Senin (16/11/2020) salah seorang saksi serahkan uang sebesar Rp 140 juta kepada Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada wartawan, Senin (16/11/2020) membenarkan adanya penitipan uang sebesar Rp 140 juta dari salah seorang saksi saat diperiksa penyidik.

Abdul menuturkan penitipan uang dari salah satu saksi saat diperiksa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT di Kantor Kejari Manggarai Barat pada Senin (16/11/2020).

Baca Juga:  Jaksa Geledah Kantor, Sita Handphone Bupati Manggarai Barat

“Iya benar. Ada penitipan uang sebesar Rp 140 juta dari salah satu saksi yang diperiksa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT,” ujar Abdul.

Menurut Abdul, uang senilai Rp 140 juta sebagai uang pelicin (fee) dalam kepengurusan sertifikat tanah aset negara di Labuan Bajo, yang kini didalami tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Dikatakan dengan adanya uang titipan dari salah satu saksi, merupakan bentuk pengakuan secara tidak langsung oleh saksi dalam kasus dugaan korupsi aset negara yang nilai kerugian berdasarkan estimasi jaksa sebesar Rp 3 triliun.

Baca Juga:  Ada PMH, Kasus Penyertaan Modal PD Mutis Jaya Naik Penyidikan

“Ya ini bentuk pengakuan secara tidak langsung salah satu saksi. Kalau memang benar adanya uang pelicin dalam kepengurusan sertifikat tanah aset Pemda Manggarai Barat,” tandasnya.

Ditambahkan, uang senilai Rp 140 juta ini merupakan uang pelicin dalam kepengurusan sertifikat tanah yang diserahkan salah satu perantara kepada saksi yang menitipkan uang tersebut.

“Itu uang pelicin yang dititipkan oleh saksi untuk urus sertifikat. Uang itu diserahkan oleh salah satu perantara di Kabupaten Manggarai Barat,” tandas Abdul.

Baca Juga:  Bupati Malaka Rekomendasi, Kejari Belu Eksekusi Batas 60 Hari

Saat ini lanjut Abdul penyidik Tipidsus Kejati NTT yang dikoordinir ketua tim Roy Riyadi dan Robert Jimmy Lambila, sedang melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengajukan permohonan atas pengajuan sertifikat atas tanah yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung RI.

Ditargetkan awal Desember ini sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan. (RL/ Gio)

  • Bagikan