Zaka Moruk Himbau Masyarakat Siapkan Lahan Musim Tanam Tahun ini

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua- Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau masyarakat agar mempersiapkan lahan kebunnya  di musim tanam pertama tahun ini. Persiapan yang dilakukab agar masyarakat jangan sampai tidak memanfaatkan musim tahun ini sebagai langkah persiapan.

Pjs Bupati Belu, Zakarias Moruk Rabu (18/11/2020) menuturkan untuk tahun sangat optimis masyarakat tidak mengalami kendala disaat musim tanam tahun ini. Sebab semua dukungan ketersediaan benih  jagung dan padi sudah didistribusikan kepada masyarakat tepat waktu.

Menurut Zakarias sudah melakukan pertemuan bersama pimpinan OPD teknis diantaranya camat, kepala desa dan lurah untuk memantau perkembangan masyarakat petani dalam menyambut musim tanam pertama tahun ini.

Para petani di Belu sudah mempersiapkan lahan dengan baik untuk ditanami sesuai jenis produksi yang ingin kembangkan. Sebab saat ini intensitas hujan perlahan sudah stabil. Benih jagung dan padi sudah tersedia sehingga petani menunggu saja untuk ditanami.

 

Sebelumnya Senin (16/11/2020), Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat melakukan kunjungan kerja di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur. Gubernur tekankan untuk kepala daerah agar terus memantau perkembangan tanam jagung di musim tanam pertama. Sebab program sinkron dengan program Gubernur NTT.

 

Gubernur berharap semua benih tanaman dan pupuk yang dibutuhkan petani sudah harus terdistribusi. Pasalnya, salah satu faktor petani NTT gagal tanam atau gagal panen akibat pendistribusian benih dan pupuk terlambat. Bahkan Gubernur menyebut hal itu sebagai penyakit tahunan sehingga perlu dirubah secepat mungkin.

 

“Ini penyakit sepanjang masa dan berulang-ulang kali. Jadi itu dipastikan pemimpinnya bodok. Masa melakukan kesalahan berulang-berulang pada tempat yang sama”, tegasnya.

Dikatakan dimasa pemerintahan dirinya termasi penderitaan kebodohan  itu dan harus ditinggalkan. Supaya masyarakat tidak terus mengatakan gubernur, bupati, dan kadis pertanian itu bodok”, jelasnya.

Lebih lanjut VBL, meminta supaya Kadis pertanian provinsi dan Kabupaten Belu bekerja sama dengan para camat dan kepala desa guna memastikan penyaluran benih dan pupuk kepada petani. Pemerintah provinsi menargetkan 40 ribu hektare lahan musim tanam pertama Oktober-Maret harus tercapai.

 

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu mengatakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Belu menargetkan luasan tanam jagung 404 hektare. Rincian untuk program TJPS seluas 220 hektare. Sedangkan program tanam jagung swadaya yang dilakukan petani ditargetkan 184 hektare.

Menurut Gerardus pelaksanaan program TJPS menyebar di delapan kecamatan yakni, Kecamatan Tasifeto Timur seluas 75 hektare, Kakuluk Mesak 13 hektare,  Lamaknen 8 hektare, Raihat 81 hektare, Lasiolat 10 hektare, Raimanuk 15 hektare, Tasifeto Barat 17 hektare, serta Atambua Selatan 1 hektare. (Ren/ Gio)

 

 

  • Bagikan